Mengerti aku…

Hi..

Pernahkah kalian sakit?
Bukankah semua manusia normal pernah merasa sakit?
Apa yang biasanya kalian lakukan?
Apa yang biasanya kalian hindari?
Apa yang biasanya orang lain lakukan untuk kalian?

Aku, mungkin hanya sedang sakit sekarang. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Setiap kali proses yang kurasa benar sudah ku lakukan, maka aku akan melakukan kesalahan yang lebih besar di waktu berikutnya. Waktu ku kini hanya terbuang, bahkan ketika aku mencoba untuk menggenggam waktu, mereka hilang begitu saja.

Kalian, bisa kah tolong mengerti aku? Terkadang, ketika aku sakit aku hanya tidak mau orang lain mendekati ku. Itu berarti kalian setidaknya memberi ku ruang tetapi jangan terlalu jauh. Mereka yang terus menarikku ketika aku sedang tidak percaya diri, dan mereka yang menjauhi ku ketika aku sedang butuh opini.

Dunia, dunia ini begitu luas tetapi terasa sempit untukku. Ingin aku teriakkan aku bisa tetapi hanya ruang hampa yang ada. Ketika mereka memanggil, tetapi hanya diri yang kosong yang ada.

Skenario hidup begitu rumit buatku dalam beberapa bulan ini. Aku harus belajar mengenai diriku, mengenai control diri, mengenai kesabaran, mengenai hal hal yang harus aku hindari, dan bahkan aku harus tidak bisa jatuh cinta. Ada beberapa hal yang aku rindukan tentang cinta. Aku tahu yang telah mengambil langkah mundur karena tidak ingin terjerumus dalam cinta sepihak lagi, tapi aku juga yang tidak bahagia, padahal aku mundur karena aku tidak ingin menyakiti hatiku, tetapi tetap hatiku yang terasa sakit saat dia semakin jauh.

Lelah, itu mungkin ungakapan dangkal yang bisa aku pikirkan didalam otakku. Tanpa kupikirkan dua malaikat yang selalu ada disampingku, yang sekarang mungkin ikut merasakan sakit yang aku tularkan. Setidaknya berbaik hatilah dunia untukku, aku hanya ingin menyelamatkan dua malaikat kesayanganku. Setidaknya buatlah aku sedikit kuat walau kekuatanku hanya untuk porsi dua malaikatku. Setidaknya beri aku kesempatan indah, setidaknya untuk membuat kedua malaikatku hidup bahagia.

Aku mohon…

“MASIH ADAKAH PELANGI ?”

Aku kehilanganmu… 

  Hujan masih turun dengan derasnya di hari ini. Seakan mereka tidak bisa mengeringkan rintikan air yang turun selepas kau pergi. Aku tahu kini kau sudah terbaring dengan nyaman, terpejam dengan tenang dan tersenyum disana. Tetapi apakah kau tahu bagaimana keadaan ku, sekarang ini aku hanya duduk diam, bingung, dan merasakan kekosongan yang parah hampir di seluruh relung hati ini. Entah mengapa semua yang kurasakan setelah kau pergi begitu jelas, tetapi membingungkan.

  Kau tahu, dalam beberapa hari ini aku seperti seorang anak yang sedang bermain mencari jejak. Kau tahu jenis permainan seperti seorang detektif mencari jejak seorang tersangka. Ya aku melakukan itu, aku mencari jejak mu, jejak keberadaanmu, disetiap gang dekat rumah, di persimpangan jalan, didekat tangga jalan, di kampus, di perpustakaan kampus, dibawah jembatan dekat tukang soto, dan semua hasilnya sama. Aku tidak menemukanmu, kau menghilang.

  Setiap hari rasanya aku seolah melakukan hal yang sia-sia. Hanya meratapi jalanan dekat rumahmu dan rumahku, membayangkan bayanganmu saat dimana kita berpapasan, ketika kau menyapa dan aku selalu tertunduk diam. Kemudian saat aku tersadar dari semua hal yang baru saja aku bayangkan, aku menangis. Kau tahu kenapa aku menangis lagi, itu karena aku tidak menemukan bayanganmu, aku bahkan merasa takut semakin hari semakin sulit membuat bayanganmu sendiri dalam ingatanku, dan aku takut aku bisa melupakanmu, nanti…

 

I’m not good human

Tersenyum dan mengatakan iya.
Bukankah orang baik selalu melakukan itu?

Ada banyak hal yang terkadang membuat sampah di dalam diri kita perlu dikeluarkan. Semacam sebuah alat pembuat kopi, alat itu selalu memproses biji kopi sehingga menghasilkan kopi yang bisa dinikmati banyak orang. Tapi sampahnya? adakah yang ingin menikmatinya?

Jika aku terus terusan berkata iya, tidak apa apa, dan tersenyum lebih dari setengah hidup ku, itu berarti aku tidak normal. Terkadang aku selalu ingin bilang “aku tidak mau, aku marah, kenapa harus aku?, kenapa memilih dia?”, ketika terlalu banyak manusia lain menuntut manusia lainnya maka aku juga akan muak. Aku bukanlah manusia yang baik yang selalu akan menjadi malaikat di mata semua nya. Aku berhak menolak, berhak marah, berhak tidak setuju, berhak menangis, berhak menyakiti. Itu kalimat terakhir sebaiknya aku menghindar, tapi untuk kalimat sebelumnya aku akan melakukannya.

Bahagia? jelas .. menuruti diri sendiri dan tidak melihat orang lain adalah suatu kebahagiaan yang tersendiri, dimiliki oleh diri sendiri. Apakah suatu kegilaan? iya sedikit.

Bagi kebanyakan orang yang terlihat begitu malaikat di depan orang lain,maka perasaan seperti itu kadang muncul. Dimana mereka harus membuang sampah didiri mereka sembarangan dan tidak pada tempatnya.

Zero Level

Hi, everyone..

di hari Rabu yang tenang, aku memutuskan bersembunyi dari banyak hal. Kau tahu, aku bagaikan pecundang yang menginginkan tahta kerajaan. Bisa dikatakan seperti itu..

Tulisan ku ini berbau hal hal keputusasaan. Jika tidak kuat, lewatkan.

Hari ini tepat, 2 bulan atau hampir 3 bulan aku menyandang status “pengangguran” or “unemployed”. Semenjak perusahaan tempat ku bekerja mempunyai banyak hutang, dan menyebabkan banyak kebencian dan cacian serta makian kepada kami”karyawan” yang padahal sudah semaksimal mungkin bekerja. Tetapi, itu bukan point yang ingin kuceritakan. Sebenarnya ada banyak hal yang aku pelajari semenjak aku bekerja disana, ada banyak hal yang aku dapat, dan ada banyak tempat baru yang aku kunjungi. Semua nya tidak terlalu buruk, bahkan terhitung manis, walau “sad ending”. Tapi terkadang, aku lebih menyukai sad ending, karena dari situ aku bisa memahami makna happy ending.

Iya aku sekarang pengangguran yang single, miris bukan?. Nasib percintaan yang malang dan ditambah karir yang suram. Oh my god, adakah yang lebih menyedihkan dari itu ? hahaha no no.. aku tidak berpikiran seperti itu, karena aku masih mempunyai keluarga yang bahagia versi aku. Alhamdulillah nya masih ada ibu dan ayah yang mendukung ku secara mental dan financial, walau terkadang mereka mengharapkan lebih padaku yang justru semakin membuatku jatuh sakit. Mereka menginginkan aku bekerja di pekerjaan baik dan lalu menikah. It’s not simple like that sentences.  Bekerja dan mendapatkan pekerjaan baik sedang aku perjuangkan sekarang. Menikah? with who? hahaha setelah “cinta pertama” ku pergi ke dunia lain its mean wafat, aku mencoba beberapa kali untuk jatuh cinta lagi, tapi berulang kali aku menyakiti dan disakiti. Mungkin perihal cinta memang hanya ada dua hal itu. Dan kemudian aku merasa, lelah… sepertinya.

Akhir akhir ini, mungkin, karena menganggur, aku jadi sedikit sensitif. Seperti banyak orang yang sedang meremehkan ku, banyak orang yang sedang membuat ku iri, banyak orang yang sedang mencoba melepaskan diri dariku. Seperti itu rasanya…
Jadi kuputuskan untuk bersembunyi. Pecundang sekali bukan.

Aku seperti akan menyerah, menyerahkan seluruh hidupku kepada Allah SWT yang maha tahu. Tapi aku bukan lah hamba yang baik, aku percaya kepada Allah tentang semua jalan hidupku, tapi aku tidak percaya kepada diri ku sendiri.

Sebenarnya ada banyak kesalahan yang aku perbuat terhadap diri ku sendiri. Mungkin masa masa nganggur ini akibat aku terlalu memaksakan segala hal mengenai pekerjaan, tapi nggak juga sih. Menganggur membuat aku seperti benalu, membuat aku seperti fakir miskin yang terus kelaparan. Aku tetap sombong terhadap orang lain, tapi ketika itu juga aku merasa rendah diri. Rasanya seperti itu.. mengerikan.

Aku harus menyelamatkan diriku..

 

It’s you

When you told me about your plan, many question in my mind. When, with who, where and I worried about that. It’s really fault right?.

I can’t many asking with you but I have many worried about that. Why? I don’t know. So many peoples have a plan like you, but just your plan can made me worried. What can I do?

Maybe, I fall in you

I’m sorry

Pengakuan

Apakah salah jika menyukaimu?

Apakah ada hal yang berbeda?

Jika itu membuatmu mengambil langkah mundur maka aku yang akan pergi.

Kenapa menyukai seseorang untuk kedua kalinya terasa sangat berat. Susah untuk menafsirkan segala hal atau justru hanya saya yang membuat penafsiran sendiri. Jika nyaman maka saya akan menyukainya, ketika nyaman bukan berarti dia bisa selama nya disisi. Apa semua orang nyaman buatnya. Menjadi teman dengan sisi terlemah pada hati adalah hal yang memuakan. Kau harus berpura pura tidak sakit disaat dia punya hal menarik yang ternyata bukan kau, kau harus mendengarkan nya tanpa sempat kau berbicara, bahkan ketika itu kau menyukai tawa nya disaat kau berpura pura tertawa hanya untuk menutupi rasa cemburu. Kenapa begitu melelahkan. Ketika saya dengan mencari alasan untuk sekadar menyapa dan kau diam dan mundur, bolehkah saya menangis?

Saya hanya akan diam mengikuti hempasan angin yang entah akan membawa rasa ini kemana. Hanya itu yang bisa kulakukan.

Saya hanya tidak ingin Syis terulang kembali, hanya menjadikan nya cerita cinta yang sedih.

I happy but…

Hi guys, so many things that I told last about how feel my heart to someone special. 😂 I’m sorry maybe the written make you feel annoyed to read that.

Tonight, I want to write in here about how feel I am when I really love my job now, but I really want to get more than good from now.  Do you ever been feel like that?

Actually, I really comfortable, happy, and totally like my office now. Because the environment, friends, and the place. We just like family, but we still profesional. The place of my office is very near with my house, of course I can save my salary 😊. And our bos really good, and flexible. So many experience that I have in there, but we have many problems in several times.

I know that problems not only because our boss, even sometimes because them. This is because our not good management finance and strategic office. I really sad to know how that problems can be many in our office.

I really loved in there, but I really want to get more than good about my job. 😔😭😭😭😭😭

Aku takut.. mencintaimu

Aku takut mencintaimu

Lebih dalam dari perasaan menyukai

Kau akan pergi

Kau akan bersama yang lain

Kau akan pergi dan hilang seperti syis

Bisakah beritahu aku jika kau akan bahagia bersama wanita lain? Beri aku bocoran kapan waktunya, dan berikan aku celah bernapas untuk sebuah senyuman untukmu nanti.

Aku sungguh buruk dalam melampiaskan kesedihanku.

Jadi tolong, sebelum aku terlalu sedih nanti bisakah beritahu aku kapan kau akan bersama dia?

Aku akan belajar ikhlas walau tidak semudah itu nantinya.

♡teman

Dear you..

This is not part of our story about the last story. This is about what happen today. Why you always like that? It’s like give my heart flowers but not really give me that all, just the smell of flowers.

I know we just a friends. Sometimes maybe I feel we really close because you need some people who can hear your problems. And I know, I do that because our friendship. Actually, I like you when we first time meet in the college. But, the time when you have a girlfriend I know that not my time and not my place to be your close friend. I take a step back from you.

Now, I don’t know when I must to go. Because I really missing the moment when you just like crazy people in the chat or we just have time to facial, or we just like acting like Rhoma and Ani, and I have been missing you so much.

I keep thinking how to errasing my feeling to you. How to take a stepback and don’t comeback again. But I don’t have strength for doing that. I really ..like you so much, even I know we have some different.

It’s like stupid person that I write in here. But, someday if you read this, maybe I should with another person that really love me more than I love him. Or , I must smile when I see you happy with another woman who the best morethan me for you.

♡your friend who love you so much

Hari itu, tidak seharusnya terjadi…

Setelah sekian lama, mengenai beberapa pertemuan yang bahkan tidak disengaja. Aku merasa sangat rindu tentang dirimu. Bagaimana bisa kau hanya menyukai foto foto ku tanpa menyapa ku lagi. Aku terlalu sibuk untuk mengontrol rumah baru, sampai aku jarang berpapasan dengan mu di lingkungan rumah kita. Hari itu, aku menginap di tempat lain lebih tepatnya rumah baru ku. Pagi hari, aku mendapat pesan dari temanku bahwa kau sakit. Setelah beberapa lama tidak mendengar dan melihatmu, bahkan terakhir kali ketika kita berpapasan dan kau hanya tertawa melihat ku yang sangat kucel saat itu. Hanya tertawa, tapi entah kenapa serasa dunia ku begitu bahagia. Dan kini kau sakit. Aku bergegas pergi menuju tempat mu.

Kau begitu lemah saat itu , aku bahkan bingung apa yang terjadi. Kenapa kau begitu lemah terbaring disana. Dan ketika aku menghampiri mu kau hanya tersenyum tanpa membuka mata, membuat aku khawatir. Aku menangis, entah mengapa hari itu aku rasanya ingin menangis, seperti hujan lebat. Kau tersenyum dan mengatakan bahwa kau baik baik saja dan tidak mati. Lelucon macam apa yang kau lontarkan barusan. Semakin dia bicara seperti semakin aku menangis, entah kenapa rasanya mata ini ingin terus menangis hari itu. Kau menenangkanku saat itu, kau bilang siapa yang sakit tapi siapa yang menangis. Kau tidak tahu artinya dirimu buatku, kau adalah salah satu orang yang berharga dalam hidupku. Itu artinya dirimu penting buatku. Hari itu, aku hanya duduk disampingmu, memperhatikanmu, takut bahwa kau tidak akan bernapas lagi.

 

Hari itu seharusnya kau seperti itu, terus bernapas tanpa henti…

Design a site like this with WordPress.com
Get started